Sejarah lengkap Kapal Induk Indonesia: Gajah Mada

Apakah Kapal Induk Gajah Mada pada akhirnya hanya akan menjadi simbol besar yang berakhir sebagai besi tua?

Kapal Induk GIUSEPPE GARIBALDI yang akan ganti nama jadi KAPAL INDUK INDONESIA : GAJAH MADAH

Mengapa Indonesia Mengubah Namanya Menjadi Gajah Mada?

Indonesia tidak akan mempertahankan nama Giuseppe Garibaldi.

Nama tersebut berkaitan dengan tokoh nasional Italia, sehingga ketika kapal masuk ke dalam jajaran TNI AL, dibutuhkan identitas Indonesia.

Pada Juni 2026, KSAL mengungkapkan dua nama yang diajukan untuk kapal induk pertama Indonesia, yakni Gajah Mada dan Panglima Soedirman.

Dalam perkembangan terbaru, nama KRI Gajah Mada kemudian menjadi nama yang dipakai untuk kapal tersebut.

Nama Gajah Mada mempunyai makna historis yang sangat kuat dalam konteks Indonesia.

Mahapatih Gajah Mada dikenal sebagai tokoh penting Kerajaan Majapahit dan sering dikaitkan dengan gagasan persatuan Nusantara melalui Sumpah Palapa.

Pemilihan nama tersebut memberikan simbol bahwa kapal induk pertama Indonesia bukan hanya dipandang sebagai alat perang, tetapi juga sebagai simbol kemampuan negara menjaga wilayah kepulauan Indonesia.

Kapan KRI Gajah Mada Tiba di Indonesia?

Perjalanan sejarah kapal ini kini memasuki babak yang sangat penting.

Pada Senin malam, 24 Agustus 2026, Giuseppe Garibaldi meninggalkan Italia menuju Indonesia. Pada saat berangkat, kapal tersebut masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan bendera Italia.

Menurut KSAL, kapal tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026. Setelah proses penerimaan dilakukan, kapal akan berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada.

Dengan demikian, perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia bukan lagi sekadar rencana.

Kapal tersebut telah benar-benar berlayar menuju negara pemilik barunya.

Apakah KRI Gajah Mada Akan Langsung Digunakan untuk Perang?

Belum tentu.

Ini merupakan bagian penting yang sering hilang dalam pemberitaan mengenai kapal induk Indonesia.

Memiliki kapal induk tidak otomatis berarti Indonesia langsung memiliki kemampuan seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis atau negara lain yang mempunyai sistem penerbangan kapal induk matang.

Baca juga :  Redenominasi Rupiah: Antara Mimpi Ekonomi Efisien dan Trauma Hilang Nol

Kapal induk membutuhkan ekosistem besar.

Mulai dari awak kapal, pilot, teknisi pesawat, pesawat yang kompatibel, sistem komunikasi, logistik, pelabuhan, doktrin operasi, fasilitas pemeliharaan hingga sistem pertahanan yang terintegrasi.

Indonesia sendiri telah menyiapkan personel untuk mengoperasikan kapal tersebut. ANTARA melaporkan sekitar 100 calon awak kapal telah dikirim ke Italia untuk mendapatkan pelatihan teori dan praktik. Garibaldi sendiri membutuhkan ratusan personel untuk pengoperasian penuh.

Berapa Biaya Retrofit KRI Gajah Mada?

Walaupun kapal diperoleh melalui hibah, bukan berarti Indonesia tidak mengeluarkan biaya.

Kapal berusia lebih dari 40 tahun membutuhkan modernisasi dan penyesuaian dengan sistem TNI AL.

ANTARA melaporkan biaya retrofit dan penyesuaian diperkirakan berada pada kisaran Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun, tergantung kebutuhan modernisasi yang dilakukan.

Angka inilah yang perlu dibedakan dari nilai hibah €54,02 juta.

Nilai kapal bukan sama dengan biaya yang harus dikeluarkan Indonesia untuk membuat kapal tersebut siap digunakan.

Akankah Perjalanan Gajah Mada Berakhir sebagai Besi Tua?

Pertanyaan ini sangat menarik sekaligus realistis.

Jawabannya: pada akhirnya, ya, setiap kapal perang pasti akan menjadi besi tua. Tetapi waktunya belum dapat dipastikan.

Giuseppe Garibaldi sendiri sudah melewati usia operasional yang panjang. Italia menghentikan masa dinasnya setelah hampir empat dekade.

Namun usia tua tidak otomatis berarti kapal tidak berguna.

Selama struktur kapal masih dapat dipertahankan, mesin dan sistem penting dapat diperbaiki, serta biaya modernisasi masih masuk akal, kapal tersebut dapat diberikan kehidupan kedua.

Indonesia sekarang menghadapi tantangan untuk menentukan apakah Gajah Mada akan menjadi kapal induk operasional yang benar-benar memiliki kemampuan tempur, kapal komando, kapal pendukung operasi amfibi, kapal kemanusiaan, atau kombinasi beberapa fungsi.

Baca juga :  Aliansi Peduli Demokrasi geruduk Bawaslu Kabupaten Jayapura.

Bahkan, pada tahap awal, kapal ini direncanakan tampil dalam sailing pass HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026 dan juga diproyeksikan menjadi kapal VVIP dalam rangkaian kegiatan tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *