Gajah Mada: Babak Baru Kapal Tua dengan Sejarah Panjang
Jika melihat keseluruhan perjalanan Giuseppe Garibaldi, kapal ini memiliki cerita yang luar biasa.
Ia lahir di Italia pada era Perang Dingin.
Ia dibangun untuk mengembalikan kemampuan penerbangan laut Italia.
Ia menjadi flagship.
Ia membawa pesawat Harrier.
Ia beroperasi di Somalia.
Ia mendukung operasi di Balkan.
Ia terlibat dalam operasi Afghanistan.
Ia menjalankan misi di Lebanon.
Ia beroperasi dalam konflik Libya.
Setelah lebih dari 40 tahun, kariernya bersama Italia berakhir.
Namun, bukannya langsung dipotong menjadi besi tua, kapal tersebut mendapatkan kesempatan kedua di Indonesia.
Kini, nama Giuseppe Garibaldi perlahan akan digantikan oleh nama Gajah Mada.
Dari kapal perang Italia menjadi kapal perang Indonesia.
Dari bendera Italia menjadi Merah Putih.
Dari sebuah kapal yang mendekati akhir masa dinas menjadi simbol baru kemampuan maritim Indonesia.
Penutup
Sejarah lengkap kapal induk Indonesia KRI Gajah Mada pada dasarnya adalah sejarah tentang kapal tua yang memperoleh kehidupan kedua. Giuseppe Garibaldi bukan kapal baru dan bukan pula kapal induk terbesar di dunia. Namun, pengalaman operasionalnya selama puluhan tahun membuat kapal ini memiliki nilai historis dan strategis.
Indonesia juga tidak membelinya dengan harga €54 juta. Kapal tersebut dihibahkan Italia, dengan nilai aset yang tercatat sekitar €54,02 juta. Tantangan terbesar Indonesia justru berada setelah menerima kapal: bagaimana melakukan retrofit, menyiapkan awak, membangun doktrin, menyediakan infrastruktur, serta memastikan biaya pengoperasiannya sebanding dengan manfaat strategis yang diperoleh.
Kini perjalanan baru telah dimulai.
Pada 24 Agustus 2026, Giuseppe Garibaldi meninggalkan Italia menuju Indonesia. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kapal tersebut akan tiba pada pertengahan September dan kemudian secara resmi memasuki babak baru sebagai KRI Gajah Mada.
Dan ketika bendera Merah Putih berkibar di atas geladaknya, kapal yang selama puluhan tahun membawa nama seorang pahlawan Italia itu akan memiliki identitas baru.
Gajah Mada.
Sebuah nama yang membawa pesan tentang Nusantara, persatuan dan kekuatan maritim.
Namun pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Indonesia memiliki kapal induk.
Pertanyaan sebenarnya adalah: mampukah Indonesia menghidupkan kembali kapal tua ini menjadi kekuatan laut yang efektif, atau justru Gajah Mada pada akhirnya hanya akan menjadi simbol besar yang berakhir sebagai besi tua?
Jawabannya akan ditentukan bukan hanya oleh kapal itu sendiri, tetapi oleh kemampuan Indonesia membangun seluruh ekosistem di belakangnya. (Fred Wakum)
















