Sejarah lengkap Kapal Induk Indonesia: Gajah Mada

Apakah Kapal Induk Gajah Mada pada akhirnya hanya akan menjadi simbol besar yang berakhir sebagai besi tua?

Kapal Induk GIUSEPPE GARIBALDI yang akan ganti nama jadi KAPAL INDUK INDONESIA : GAJAH MADAH

Papua1.com | Sejarah kapal induk Giuseppe Garibaldi yang kini menuju Indonesia memasuki babak baru. Kapal perang yang telah mengabdi kepada Angkatan Laut Italia selama hampir empat dekade itu akan menjadi bagian dari sejarah TNI Angkatan Laut dengan nama KRI Gajah Mada. Namun, perjalanan kapal ini bukanlah cerita tentang kapal perang baru. Giuseppe Garibaldi adalah kapal tua yang memiliki rekam jejak panjang, pernah menjadi kapal komando, kapal induk ringan, pengangkut pesawat STOVL, serta terlibat dalam sejumlah operasi militer internasional.

Pada 24 Agustus 2026, kapal yang masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan bendera Italia tersebut dilaporkan telah meninggalkan Italia menuju Indonesia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026. Setelah tiba, kapal akan berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada.

Kehadiran kapal ini menjadi peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia akan mengoperasikan kapal induk. Tetapi di balik nama barunya, terdapat sejarah panjang yang dimulai lebih dari empat dekade lalu di galangan kapal Italia.

Sejarah Awal Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal perang yang dibangun untuk Marina Militare, Angkatan Laut Italia. Kapal ini dibangun oleh galangan Fincantieri di Monfalcone, Italia.

Pembangunan kapal dimulai setelah Italia berusaha membangun kembali kemampuan penerbangan lautnya. Kapal ini dipesan pada 21 November 1977, kemudian lunasnya mulai dipasang pada 26 Maret 1981. Kapal diluncurkan pada 4 Juni 1983 dan mulai memasuki tahap penyelesaian sebelum akhirnya diserahkan kepada Angkatan Laut Italia pada 1987.

Dalam sejarahnya, Giuseppe Garibaldi bukan sekadar kapal pengangkut pesawat. Kapal ini dirancang sebagai kapal yang mampu menjalankan fungsi komando, pengendalian kekuatan laut dan udara, peperangan antikapal selam, serta operasi penerbangan.

Baca juga :  Redenominasi Rupiah: Antara Mimpi Ekonomi Efisien dan Trauma Hilang Nol

Karena karakteristik tersebut, Garibaldi menjadi salah satu kapal paling penting dalam modernisasi Angkatan Laut Italia.

Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33,4 meter, dan bobot penuh sekitar 13.850 ton. Kecepatan maksimumnya sekitar 30 knot. Kapal ini dapat membawa kombinasi pesawat dan helikopter sesuai kebutuhan operasi.

Mengapa Italia Membutuhkan Giuseppe Garibaldi?

Setelah Perang Dunia II, Italia menghadapi berbagai pembatasan dan perubahan besar dalam kemampuan militernya. Karena itu, pembangunan Giuseppe Garibaldi menjadi salah satu langkah penting untuk mengembalikan kemampuan penerbangan tetap dari kapal.

Pada awalnya, kapal ini menghadapi persoalan politik dan hukum terkait pengoperasian pesawat tempur dari kapal induk. Namun perubahan kebijakan pada akhir 1980-an membuka jalan bagi Italia untuk mengoperasikan pesawat tempur AV-8B Harrier II.

Pesawat jenis ini sangat penting karena memiliki kemampuan STOVL atau Short Take-Off and Vertical Landing, sehingga tidak membutuhkan landasan sepanjang kapal induk konvensional.

Dengan kemampuan tersebut, Garibaldi dapat menjadi pangkalan udara bergerak di tengah laut.

Giuseppe Garibaldi Resmi Memasuki Dinas Italia

Giuseppe Garibaldi mulai bertugas pada dekade 1980-an dan kemudian menjadi salah satu kapal utama Armada Italia.

Selama bertahun-tahun, kapal ini juga menjalankan fungsi sebagai flagship atau kapal komando utama armada Italia. Peran tersebut berlangsung hingga 2011, ketika posisi tersebut kemudian beralih kepada kapal induk Italia yang lebih baru, Cavour.

Garibaldi kemudian tetap digunakan untuk berbagai misi internasional.

Artinya, kapal yang sekarang menuju Indonesia bukanlah kapal yang sepanjang hidupnya hanya berada di pelabuhan. Kapal ini telah berlayar dalam berbagai operasi internasional dan menjadi bagian dari sejumlah misi militer serta kemanusiaan.

Negara Mana Saja yang Pernah Menggunakan Giuseppe Garibaldi?

Pertanyaan ini penting untuk diluruskan.

Baca juga :  <b>HUT PGI Ke -75 di Papua, Tanah Terluka Tapi Penuh Harapan</b>

Giuseppe Garibaldi C-551 tidak pernah menjadi kapal induk milik beberapa negara. Kapal ini selama masa operasionalnya merupakan kapal Angkatan Laut Italia.

Jadi, berbeda dengan beberapa kapal perang bekas yang pernah dijual kepada negara lain, Garibaldi tidak mempunyai sejarah berpindah tangan dari satu negara ke negara lain sebelum Indonesia.

Indonesia adalah negara kedua yang akan mengoperasikan kapal tersebut setelah Italia, melalui mekanisme hibah antarpemerintah.

Karena itu, ketika nanti berubah menjadi KRI Gajah Mada, sejarah kapal tersebut akan memasuki fase baru: dari kapal perang Italia menjadi kapal perang Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *