Dari “Lipsing” ke Aksi Nyata
Jika pemerintah ingin mengubah pandangan publik bahwa tim percepatan ini hanya “lipsing”, maka jawabannya hanya satu: tunjukkan hasil konkret, dan libatkan rakyat Papua sebagai pelaku utama, bukan penonton.
Papua sudah terlalu lama dijadikan objek eksperimen kebijakan. Kini saatnya Papua menjadi subjek dari pembangunan itu sendiri — memutus rantai ketergantungan, dan menumbuhkan kemandirian sejati.
Presiden Prabowo, jika benar ingin meninggalkan warisan yang bermakna, maka biarkan sejarah mencatat bahwa di bawah kepemimpinannya, Papua tidak lagi menjadi halaman belakang Indonesia, melainkan taman yang tumbuh bersama seluruh negeri.Semoga ada harapan beru bukan sekedar Omon-Omon.
















