TIMIKA, PAPUA1.COM – Seorang personel perusahaan jasa pengamanan PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara) meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan lalu lintas sepeda motor di kawasan Simpang Tiga MP32, tepat di depan Rumah Sakit Bhayangkara, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (4/7/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Frans Paskalino Liem Rumaropen (28), seorang pria asal Jayapura yang berdomisili di Jalan Ahmad Yani, Timika. Almarhum diketahui masih berstatus lajang dan bekerja sebagai personel keamanan di bawah naungan PT Nawakara Perkasa Nusantara.
Peristiwa nahas tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 06.20 WIT. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Polsek Kuala Kencana, korban ditemukan tergeletak di lokasi kejadian dengan dugaan mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Tempat kejadian perkara (TKP) telah ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Mimika guna mengungkap kronologi dan faktor penyebab kecelakaan.
Berangkat Kerja, Diduga Berbalik Arah Mengambil Kartu Identitas
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban diketahui bekerja pada shift pagi. Sekitar pukul 06.00 WIT, korban diduga berangkat menuju lokasi tugasnya di wilayah Kuala Kencana.
Namun, di tengah perjalanan, korban diduga menyadari bahwa dirinya tidak membawa kartu identitas (ID Card) yang menjadi perlengkapan wajib saat bertugas. Korban kemudian diduga memutuskan untuk berbalik arah menuju rumahnya di Jalan Ahmad Yani guna mengambil kartu identitas tersebut.
Dalam perjalanan kembali itulah korban diduga mengalami kecelakaan sepeda motor di kawasan Simpang Tiga MP32, tepat di depan Rumah Sakit Bhayangkara.
Informasi mengenai dugaan korban lupa membawa kartu identitas masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang turut memengaruhi insiden tersebut.
Dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara
Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Kuala Kencana segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi terhadap korban.
Korban kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara MP32 untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun berdasarkan keterangan dokter jaga Rumah Sakit Bhayangkara, saat korban tiba di IGD sekitar pukul 06.30 WIT, kondisi korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Meninggalnya korban di lokasi kejadian maupun sebelum tiba di rumah sakit masih menjadi bagian dari proses pendataan medis dan penyelidikan kepolisian.
Jenazah korban hingga Sabtu pagi masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara sambil menunggu kedatangan pihak keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut.

Satlantas Polres Mimika Lakukan Penyelidikan
Penanganan kecelakaan kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Satuan Lalu Lintas Polres Mimika.
Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendokumentasikan kondisi lokasi kecelakaan guna mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut.
Pihak kepolisian juga diperkirakan akan memeriksa kondisi kendaraan korban serta mencari kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi apabila tersedia.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Satlantas Polres Mimika mengenai hasil sementara penyelidikan maupun dugaan penyebab utama kecelakaan.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Kepergian Frans Paskalino Liem Rumaropen membawa duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta kerabat dekatnya.
Rumah duka diketahui berada di Jalan Ahmad Yani, Timika, tepatnya di kediaman keluarga Bapak Zadrak Rumaikew/Rumaropen.
Sejumlah keluarga dan kerabat mulai berdatangan ke rumah duka setelah menerima kabar meninggalnya korban.
Selain dikenal sebagai personel keamanan PT Nawakara Perkasa Nusantara, almarhum juga merupakan warga jemaat GKI Kanaan Timika dan aktif sebagai anggota Pelayanan Aman (PAM) gereja.
Keaktifan almarhum dalam pelayanan gereja membuat kabar meninggalnya cepat menyebar di kalangan jemaat dan masyarakat sekitar. Banyak rekan pelayanan menyampaikan ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum yang dinilai sebagai sosok ramah dan bertanggung jawab.
Tentang PT Nawakara Perkasa Nusantara
PT Nawakara Perkasa Nusantara merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa keamanan swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan yang berdiri pada 9 November 1996 tersebut menyediakan berbagai layanan keamanan terpadu, mulai dari jasa pengamanan, pengawalan, konsultasi keamanan, pelatihan tenaga pengamanan, hingga pengelolaan barang berharga dan uang tunai.
Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Mimika, personel Nawakara bertugas mengamankan sejumlah objek vital nasional, kawasan industri, perusahaan, maupun fasilitas umum.
Sebagai perusahaan jasa keamanan profesional, setiap personel diwajibkan mematuhi standar operasional, termasuk membawa kartu identitas dan perlengkapan kerja saat menjalankan tugas.
Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi para pekerja yang beraktivitas pada pagi hari ketika lalu lintas mulai meningkat.
Kepolisian secara rutin mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, memeriksa kondisi kendaraan, serta memastikan seluruh dokumen dan perlengkapan kerja telah dibawa sebelum meninggalkan rumah.
Dengan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum berangkat, diharapkan pengendara tidak perlu kembali berbalik arah di tengah perjalanan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Sementara itu, masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari Satlantas Polres Mimika mengenai penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa personel PT Nawakara Perkasa Nusantara tersebut.
Hingga Sabtu siang, proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat kepolisian belum mengeluarkan kesimpulan akhir terkait insiden tersebut.
















