PAPUA1.COM, JAYAPURA — Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mewujudkan janji-janji Asta Cita melalui 8 Program Hasil Cepat (Quick Wins), yang berfokus pada percepatan kesejahteraan rakyat, salah satunya adalah pembangunan Sekolah Unggul Terintegrasi atau Sekolah Rakyat di setiap kabupaten, sejalan dengan Misi Keempat Asta Cita: Mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang Sehat, Cerdas, dan Berdaya Saing.
Dari Delapan program prioritas hasil yang berjalan cepat dimaksud ini meliputi: (1). Pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah, balita, dan ibu hamil (2). Pelayanan kesehatan gratis dan penuntasan penyakit menular(3). Peningkatan produksi pangan dan pembangunan lumbung pangan desa. (4). Pembangunan Sekolah Unggul Terintegrasi di Setiap Kabupaten ← Fokus Utama. (5). Perluasan perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan. (6). Peningkatan kesejahteraan aparatur dan tenaga pendidik. (7).Pembangunan infrastruktur dasar hingga ke tingkat desa. (8). Reformasi pengelolaan keuangan dan pendapatan negara
Sekolah Rakyat ini, hadir sebagai jawaban atas keprihatinan banyaknya anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Berlandaskan UUD 1945 Pasal 31 dan 34, negara berkewajiban menjamin hak pendidikan dan perlindungan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat memberikan jaminan pendidikan GRATIS sepenuhnya — meliputi asrama, makan bergizi, buku pelajaran, seragam, layanan kesehatan, hingga perlengkapan belajar. Tujuannya tegas: memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Pendirian Sekolah Rakyat ini, memiliki landasan regulasi yang kuat diantaranya Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan -Peraturan Presiden No. 120 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat – Permensos No. 7 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Rakyat -Serta keputusan Menteri Sosial terkait pembentukan Unit Pelaksana Teknis Sekolah Rakyat
Secara Nasional, Hingga saat ini telah beroperasi 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, menampung ribuan siswa dari keluarga kurang mampu. Tahap kedua pembangunan sedang berjalan untuk menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Di Provinsi Papua, Sekolah Rakyat telah hadir dan beroperasi di 6 Kabupaten dan 2 Kota, yang tersebar di wilayah Provinsi Papua. Di antaranya Sekolah Rakyat Mimika yang telah menampung puluhan siswa putra-putri suku pedalaman, serta Sekolah Rakyat Biak Numfor yang telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung permanen pada awal Agustus 2026.
Secara keseluruhan, kapasitas sementara yang telah tersedia mampu menampung sekitar 600 siswa jenjang SD hingga SMA/SMK. Pembangunan gedung permanen terus diperluas agar setiap kabupaten segera memiliki Sekolah Rakyat.
Manfaat Sekolah Rakyat Bagi Desa Dan Masyarakat
Sekolah Rakyat membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa dan peran BPD/PABPDSI sangat strategis dalam pengawalannya: Memutus rantai kemiskinan — anak miskin tetap bersekolah tanpa beban biaya -Pemerataan kesempatan — anak kampung berhak mendapat pendidikan setara anak kota -Peran aktif BPD — membantu verifikasi data calon siswa agar tepat sasaran -Membangun SDM Papua unggul — lahir dari tanah Papua, dibekali ilmu untuk membangun Papua
Mendorong ekonomi lokal — kehadiran sekolah membuka peluang kerja dan usaha baru di wilayah sekitarnya
Menurut Wakil Ketua Umum DPP PABPDSI sekaligus Ketua Umum DPW PABPDSI Papua, Bapak Marshalino M.R. Hababuk, SH., M.Hum Saat Dikonfirmasih Media, mengatakan :
“Dengan Hadirnya Sekolah Rakyat di tanah Papua adalah kabar gembira bagi seluruh masyarakat kampung. Inilah bukti nyata keseriusan Bapak Presiden mewujudkan Asta Cita — membangun dari bawah, memuliakan anak bangsa tanpa memandang asal dan domisili. Kami dari PABPDSI bersama seluruh jajaran BPD di Papua berkomitmen memastikan program ini berjalan bersih, transparan, dan tepat sasaran.” Anak-anak Papua yang cerdas adalah masa depan tanah ini, dan Sekolah Rakyat adalah pintu gerbang Aset masa depan generasi anak Bangsa.”ujarnya.
















