Anak Cucu yang Akan Mewarisi Bencana
Jika kita tidak berhenti sejenak untuk berpikir dan bertindak bijaksana, maka yang akan menanggung akibatnya bukanlah kita—melainkan anak cucu kita. Tanah yang gundul, hutan yang hilang, sungai yang tercemar, dan udara yang penuh debu akan menjadi warisan pahit yang mereka terima. Generasi masa depan, khususnya anak cucu masyarakat Amungme dan Kamoro, bisa tumbuh dalam penderitaan jika sejak sekarang tidak ada upaya pelestarian dan diversifikasi ekonomi yang nyata.
Tanpa langkah konkret, mereka akan hidup dalam ketergantungan: pada bantuan luar, pada janji kosong, dan pada sistem yang tak berpihak pada kearifan lokal. Mereka mungkin akan bertanya, “Kenapa orang tua kami membiarkan tanah ini rusak? Kenapa mereka tidak menjaga warisan leluhur?”
Kita tidak sedang bicara tentang nostalgia, tapi tentang tanggung jawab lintas generasi. Seperti tertulis dalam Amsal 13:22: “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya.” Bukan sekadar harta, tetapi nilai, lingkungan yang sehat, dan jati diri sebagai orang Papua.
Kini adalah waktu yang tepat untuk mengubah arah. Pendidikan harus diperkuat, ekonomi lokal perlu dibangun, dan alam harus dijaga. Kita tidak bisa hanya bergantung pada emas dan tembaga. Masa depan harus dibangun di atas fondasi yang berkelanjutan—agar anak cucu kita tidak menangisi tanah ini, tetapi bersyukur karena leluhur mereka pernah berpikir jauh ke depan.
Jangan biarkan mereka mewarisi bencana. Wariskan harapan, bukan kehancuran.
Peran Penting Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Papua, terutama terkait dengan eksploitasi tambang besar seperti Freeport. Tanggung jawab pemerintah tidak hanya terbatas pada penerimaan pajak dan keuntungan ekonomi, tetapi juga meliputi perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.
Pemerintah harus memastikan bahwa masyarakat Amungme dan Kamoro mendapatkan manfaat yang adil dari kekayaan alam mereka, bukan hanya segelintir pihak luar. Ini berarti menyediakan akses pendidikan yang lebih baik, lapangan kerja yang berkelanjutan, serta program pelatihan yang dapat membantu mereka mengembangkan ekonomi lokal yang mandiri.
Selain itu, pemerintah harus memperkenalkan kebijakan yang lebih ketat terkait dengan dampak lingkungan. Regulasi yang mengatur bagaimana tambang harus beroperasi, serta kewajiban bagi perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap pemulihan kerusakan lingkungan, harus menjadi prioritas.
Tanpa kebijakan yang bijaksana dan tindakan nyata, Papua akan terus menjadi ladang eksploitasi tanpa ada jaminan masa depan yang cerah bagi generasi mendatang. Pemerintah Indonesia harus memandang tanah Papua tidak hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai warisan budaya dan ekologis yang harus dijaga untuk generasi yang akan datang.
Penutup – Saatnya Bangkit dan Bergerak
Suku Asli di area PT Freeport Indonesia masih punya waktu untuk mencegah nasib seperti Nauru. Dengan kesadaran, perjuangan hak adat, dan dukungan kebijakan yang tepat, Papua bisa menjadi contoh pembangunan berkelanjutan.
———————-
















