Opini  

Film Pesta Babi Kolonialisme Zaman Kita

Telanjangi Perilaku NKRI (Negara Kolonialisme Indonesia) di Tanah Papua

Poster film dokumenter Pesta Babi yang menyoroti kehidupan masyarakat adat dan proyek pembangunan di Papua Selatan.
  • Film Pesta Babi merupakan karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale.
  • Durasi film sekitar 1 jam 35 menit.
  • Lokasi utama pengambilan cerita berada di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
  • Film menyoroti dampak PSN di Papua Selatan.
  • Isu utama yang dibahas meliputi food estate, perkebunan tebu, sawit, dan hak masyarakat adat.
  • Mama Yasinta merupakan tokoh adat Marind yang dikenal memperjuangkan tanah adat.
  • Pernyataan terbaru Mama Yasinta memicu diskusi baru di tengah perhatian publik terhadap film.
  • Pemerintah menerima kritik terhadap kebijakan pembangunan, namun menolak penyamaan PSN dengan kolonialisme.
  • Film ini telah ditonton jutaan orang dan menjadi bahan diskusi di berbagai daerah.

Penutup

Film Pesta Babi, jadi bukti sepaterjang Penjajahan Indonesia yang dibungkus dalam istilah PSN, sekaligus memberikan pemaknaan terhadap NKRI (Negara Kolonialisma Republik Indonesia) yang sdang berangsung di Papua’

Film Pesta Babi tidak hanya menjadi karya dokumenter, tetapi juga memicu perdebatan nasional mengenai pembangunan, lingkungan, dan hak masyarakat adat di Papua Selatan. Melalui berbagai kesaksian yang ditampilkan, film ini menghadirkan perspektif kritis terhadap pelaksanaan PSN sekaligus mendorong diskusi publik yang lebih luas.

Di tengah kontroversi yang menyertainya, termasuk polemik terkait Mama Yasinta, film ini menunjukkan bahwa isu pembangunan di Papua masih menjadi topik yang memerlukan dialog terbuka, penghormatan terhadap berbagai pandangan, serta perhatian terhadap aspirasi masyarakat yang terdampak langsung.

Baca juga :  Suku Asli di area PT Freeport saatnya belajar dari Kisah Tragis Nauru
Writer: Fredy WakumEditor: Redaksi Papua1.comSource News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *