Papua1.com, Timika – Gedung Tengkonan di wilayah Sempan, Timika, dipenuhi keramaian pada hari Sabtu,(06/12) malam ini saat keluarga besar DANPIKU (Toraja) menggelar ibadah perayaan Natal Kerukunan Tahun 2025. Dengan tema “Allah Hadir untuk menyelamatkan Keluarga” (berdasarkan Matius 2:12-24) dan subtema “Kasih dan Damai Kristus Mempersatukan Perbedaan”, acara ini menjadi wadah untuk mempererat ikatan antaranggota keluarga.
Acara diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh BPK Pdt Benny, yang menyampaikan khotbah tentang makna kehadiran Yesus sebagai sumber persatuan dalam keluarga dan masyarakat. Namun yang paling mencuri perhatian adalah tampilan Paduan Suara MIMIKA COMMUNITY CHOIR (MCC) yang didampingi pelatih Ibu Maya. Mereka tampil dengan penampilan yang menarik menggunakan kostum batik dengan motif khas Indonesia, yang menambah kesan keindahan dan makna persatuan di malam tersebut. Alunan puji-pujian merdu terbangkit ketika mereka membawakan lagu dalam bahasa Toraja berjudul “Dadimo Pela’bakta” — lagu yang penuh makna tentang kasih Tuhan dan kesetiaan. Suasana menjadi hening seketika, membuat semua hadirin terpesona dan menikmati setiap nada. Yang lebih spesial, banyak anak-anak di paduan suara MCC berasal dari latar belakang suku yang berbeda, namun malam ini mereka tampil membawakan lagu dalam bahasa Toraja dengan begitu lues dan tidak terkesan kaku sama sekali.
Setelah doa berkat menutup ibadah, acara berlanjut dengan pembacaan laporan ketua panitia Natal Keluarga Besar DANPIKU yang dijabat oleh Ketua BPK Juli Pararongan. Dalam laporannya, ia juga jabarkan makna tema Natal Toraja yang menekankan persatuan, terutama mengingat pemilu telah lewat. “Mari kita galang persekutuan ini kembali dengan harmonis, hilangkan perbedaan-perbedaan di antara kita selama ini,” ungkap Juli Pararongan. Ia menambahkan bahwa tema ini bukan hanya tentang iman Kristen, tetapi juga mencerminkan nilai budaya Toraja yang selalu menjunjung tinggi kebersamaan keluarga dan masyarakat, tanpa memandang pandangan atau latar belakang.
Semua hadirin kemudian berdiri menyanyikan Mars DANPIKU dengan semangat: “Danpiku Dende, piongan, kurrasangaaelo gante ballo, … undullu torroan Tallu palisu tondok tu si toe tempon diomai, unnalonno missa basse tuo sangpangimpi”

Sesi sambutan kemudian diisi dengan keseruan door prize yang sangat memukau para hadirin. Sebagian besar hadiah yang disiapkan adalah alat-alat rumah tangga yang sangat bermanfaat sehari-hari. Tiga pemenang pertama didapatkan dari pertandingan tema, dengan nomor undian tertera di lembaran liturgi. Tak cuma itu, setiap pembawa sambutan juga berkesempatan mendapatkan door prize, dengan tiga orang lagi yang beruntung. Yang lebih spesial, panitia menyediakan hadiah khusus untuk bapak dan mama-mama yang membantu memasak agar jamuan kasih sukses, serta ada juga door prize spesial tambahan untuk kaum bapak.
Untuk memperluas jangkauan pesan kerukunan dan makna Natal keluarga besar ini ke warga Toraja di daerah asal, panitia juga melakukan kolaborasi dengan beberapa media berita natal Toraja seperti Toraja Post (Natal Edition) dan Suara Toraja. Kolaborasi ini meliputi penayangan berita lengkap acara beserta foto-foto momen penting, wawancara eksklusif dengan Ketua Juli Pararongan mengenai makna acara dalam konteks budaya Toraja dan iman Kristen, serta siaran langsung sebagian sesi melalui akun media sosial media berita tersebut.
Hal ini diharapkan dapat menghubungkan keluarga DANPIKU di Timika dengan kerabat mereka di Toraja dan memperkuat ikatan rasa kebersamaan meskipun terpisah jarak.
Akhir acara ditutup dengan ramah tamah atau jamuan kasih. Atas nama panitia dan pengurus keluarga kerukunan DANPIKU Timika, disampaikan ucapan selamat merayakan Hari Natal dan menyambut tahun baru 2026, beserta doa agar Tuhan memberkati seluruh anggota keluarga.
Kontributor. Vicky Ririhena
















