
Papua1,com, Timika – Kabar Mengejutkan datang dari Redenominasi, Rupiah, Indonesia, Ekonomi, Kementerian Keuangan,memang selalu bikin jantung ini berdebar. Kali ini, Menkeu Purbaya Sadewa bikin gebrakan dengan RUU Redenominasi Rupiah. Seribu jadi satu? Wah, ini bukan sulap, bukan sihir, tapi kebijakan ekonomi!
Katanya sih, biar ekonomi kita makin efisien, transaksi keuangan makin gampang. Tapi, jujur aja, yang langsung terlintas di pikiran adalah trauma masa lalu. Ingat waktu kecil, uang jajan seratus perak bisa buat beli permen banyak? Sekarang, seratus ribu pun cuma dapat parkir.
baca juga : Selamat Datang TIM Percepatan Ekonomi Papua Prabowo
Apalagi, desain uang barunya menampilkan wajah Prabowo-Gibran. Oke deh, Pak Menkeu, kami paham ini bentuk apresiasi. Tapi, jangan sampai nanti rakyat malah fokus ngitung jumlah gigi Pak Prabowo di uang baru, bukan mikirin inflasi.
Redenominasi ini memang menuai pro dan kontra. Ada yang bilang, “Wah, keren! Kita sejajar sama negara maju!” Ada juga yang khawatir, “Aduh, nanti harga gorengan jadi berapa, ya?” Maklum, lidah dan dompet rakyat Indonesia memang sensitif soal harga.
Pemerintah janji sosialisasi secara luas. Bagus! Tapi, jangan cuma bikin iklan yang isinya angka-angka doang. Coba deh, bikin jingle yang mudah diingat, atau adakan lomba bikin meme redenominasi. Dijamin viral!
Redenominasi ini bisa jadi langkah maju, bisa juga jadi blunder. Tergantung bagaimana pemerintah mengelolanya. Jangan sampai niatnya bikin ekonomi efisien, malah bikin rakyat pusing tujuh keliling.
Intinya, Pak Menkeu, kami dukung upaya perbaikan ekonomi. Tapi, ingat, jangan sampai kebijakan ini malah jadi bahan lawakan di warung kopi. Semoga rupiah kita makin kuat, dompet kita makin tebal, dan hidup kita makin sejahtera. Aamiin!
Kontributor: Vicky Ririhena
















